Saat acara rehat antara maghrib dan da isya. beberapa peserta mulai berhamburan pulang.. saya maklum mungkin rumah mereka jauh.. sempat saya menyesali mengapa Kang Abik dan Mas Boim harus konferensi pers dan mengisi acara di radio dulu .. padahal kalau panita di Malang mau mestinya bisa beliau berdua setelah Asar di ajak ke Pasuruan.. sehingga peserta tidak pada pulang.
Namun kekhawatiran saya ternyata berlebihan.. sekembalinya dari masjid, memang beberapa peserta sudah naik angkot yang berderet-deret di depan pintu gerbang STKIP, tetapi begitu saya kembali ke gedung ternyata di sana panitia sibuk sekali memeriksa tiket bagi peserta yang memasuki ruangan kembali.
Udara pasuruan yang panas dan presentasi dengan sound system yang kurang maksimal membuat tenggorokan saya dan Mas Karkono kering. Mas Karkono sempat berbisik untuk mengajak saya ke warung… selain itu kami juga lapar. (Ya siang sebelum berangkat ke Pasuruan, saya hanya sempat setengah jam mampir di rumah..setelah dari kantor.. maunya sih mandi dan makan siang dengan nyaman dulu sebelum berangkat.. namun begitu lepas baju Mas Karkono telepon kalo mobil sudah meninggalkan kantor Indosat Malang dan sudah sampai Blimbing… wah saya Cuma waktu 15-20 menit saja.. padahal mau mandi, ganti pakaian, nyari CD kumpulan klip film yang tertimbun di antara ratusan CD yang ada dalam sepuluh cone CD dan 2 CD bags tentu butuh waktu lama… semalam mau nyiapin nggak sempat.. pulang dari kantor Indosat Malang jam sembilan malam.. nyampe rumah udah hampir jam 10 malem.. buat makan ganti pakaian dan lemes sudah.. ketiduran. Akhirnya baru pagi bisa bikin presentasi seadanya dan baru saya edit dikit-dikit di kantor. Akhirnya begitu CD ketemu dan baju ganti sudah disiapkan istri.. segera saya ambil beberapa suap nasi saja.. dan langsung berangkat lagi)
Saya sempat minta air mineral ke temen saya yang jadi panitia tetapi ternyata dia tidak menemukan… dalam hati saya cuma berkata temen-temen panitia mungkin nggak nyangka kalo para pembicaranya kelaparan dan kehausan tetapi saya tau mereka bener-benar lupa hal itu sebab peserta yang ribuan itu jelas menyita perhatian mereka.. sehingga wajar kalo kami yang hanya berdua sedikit terlupakan.. Akhirnya saya dan mas Karkono kembali ke sofa tempat kami duduk di deretan paling depan.. di atas meja masih ada beberapa kotak.. ah harapan saya untuk sekedar mendapat ganjal perut yang sudah mulai bernyayi menjadi cerah.. tapi begitu kotak-kotak saya buka. Ternyata isinya nggak ada sama sekali.. (padahal perasan pas saya tinggal sholat tadi masih ada .. he..he…)
Namun rasa lapar itu mendadak sirna begitu pemabawa acara mengatakan bahwa kang abik memasuki ruangan.. tanpa dikomando peserta yang sebagian besar pelajar SMP dan SMA itu berhamburan menuju pintu tempat kang Abik masuk.. jalan tertutup rapat.. panita nampak nggak siap dengan kondisi itu..
Kilatan lampu blitz dari kamera dan ponsel udah ratusan kali menyala.. sementara kang abik di dampingi Kukuh Ketua FLP Malang dan Mas Abid dari Indosat Malang dan beberapa panitia lokal kesulitan menerobos kerumunan massa.. sementara pembawa acara berteriak-teriak agar penonoton memberikan jalan… sayang nggak digubris sama sekali..
Sampailah kang Abik di sofa yang saya duduki.. beliau mengambil tempat di sebelah kanan Mas Karkono.. para peserta berebutan mengambil gambar kang abik.. berdesak-desakan… sampe saya dan mas karkono pun kewalahan.. bukan karena mereka mau mengambil gambar kami yang kebetulan satu sofa dengan kang abik.. tapi mereka menganggap kami seperti nggak ada karena kamera dan ponsel begitu saya menyelonong secara bergantian di dari belakang kepala depan muka saya dan mas karkono untuk sekedar mengambil gambar wajah kang abik yang dekat dengan mas karkono. Sekali lagi panitia tak kuasa.. menahan mereka..
Kang Abik pun mulai berdiri dan lari ke panggung… menghindari kepungan kamera dan ponsel yang diarahkan ke wajahnya.. kesempatan itu dimanfatkan teman-teman untuk mengamankan kang abik.. untuk sementara kang abik aman… kemudian pembawa acara mengumumkan bahwa Mas Boim Lebon memasuki ruangan… sekarang para ABG itu berhamburan.. mengejar Ma Boim… mereka mefoto dengan bertubi-tubi – dan lagi-lagi mas Boim mengambil tempat di sofa yang saya duduki .. di tempat Kang Abik tadi.. sementara peserta terpecah konsentrasinya ada yang megejar ke kang Abik ada yang ke Mas Boim.. panita kalang kabut… saya dan mas Karkono juga bingung .. apalagi tiba-tiba Kang Abik mengambil tempat duduk di sebelah Mas Boim…wah… rame lagi saya dan mas Karkono kena- empet-empet lagi.. alhamdulillah tragedi terowongan mina tidak terjadi pada kami berdua.
Para ABG itu mulai bubar kembali ke tempat duduk semula setelah MC mengancam nggak akan memulai acara.. tapi masih ada satu dua yang ngotot pengin ambil gambar. Lega sudah saya dan mas Karkono..
Acara talkshow pun berlangsung seru.. palagi Mas Boim yang super ngocol bener-bener mampu menyihir ribuan penonoto.. wah saya jadi ngiri dengan mas Boim deh..
Ketika sesi tanya jawab di buka.. sausana heboh terjadi lagi.. peserta pada berlarian menuju pangguung untuk bertanya.. lagi-lagi panitia kualahan.. empat pertanyaan berlalu dan sekitar jam 20.15 MC mengumumkan acara berakhir.. histeria massa terjadi lagi.. mereka merasa pertemuan dengan kang abik dan mas boim terlalu singkat..
Begitu mereka berdua turun… massa kembali menyerbu untuk berfoto dan minta tanda tangan.. sangat susah menerobos barisan itu… acara tanda tanganpun dibatalkan melihat kondisi yang membahayakan kang abik (hii..hii.. hiperbola tapi kira-kira begitu kalo kang abik nggak segera diamankan ke mobil)..
Massa mengerubuti mobil kang abik yang jendelanya ditutup rapat.. sampe-sampe saya pun susah untuk masuk ke mobil.. begitu mobil perlahan-lahan meninggalkan tempat acara sebagian mereka masih mengejar-ngejar dan mengetuk-ngetuk pintu mobil…
Kang Abik sebenarnya sedih dan menyesal tidak bisa memenuhi permintaan tanda tangan mereka.. walopun itu sebenarnya bisa diatur jika panitia telah menyiapkan.. tapi sayangnya panitia kurang siap.. dan kami maklum sebab itu merupakan pengalaman pertama bagi sebagian besar panitia mendatangkan ribuan orang apalagi di Pasuruan.. yang sangat fanatik jika mereka menyukai sesuatu!
Sementara saya hanya tertegun… melihat fanatisme mereka pada kang abik.. karena seperti itu hanya saya lihat pada artis-artis saja.. bukan pada Penulis! Namun disisi lain saya juga bersyukur… melihat ratusan anak-anak ABG menenteng novel AAC pemandangan yang mengaharukan.. sungguh telah muncul idola baru bukan artis-bukan penyayi.. tapi Penulis! Mudah-mudahan fanatisme mereka kepada kang abik..diikuti dengan misi yang disampaikan kang Abik lewat AAC.. semoga ini awal yang baik baik mereka untuk mendapatkan bacaan yang baik dan bermanfaat bagi perkembangan jiwa mereka..
*****
Esoknya, di rumah makan – selepas acara talkshow di Aula Skodam Malang, kami membicarakan kejadian di Pasuruan.. Mas Boimpun juga terkesima dengan suasana yang subhanallah luar biasa itu.. dimana menurut pengakuannya – jarang sekali ada pelatihan penulis dan launching Forum Lingkar Pena bisa dihadiri ribuan orang – ABG lagi!
Menanggapi histeria para penggemarnya.. Kang Abik hanya berkomentar: ” Sudah saatnya FLP punya BANSER …”
****
PS:
- BANSER: Pasukan Satgas milik Nahdatul Ulama (NU) yang bertugas mengamankan setiap acara yang diadakan oleh NU.
- Alhamdulillah akhirnya acara ini bisa sukses.. dengan takdir Allah jua kita bisa begitu dan dengan banyak bersyukur dan bertasbihlah seharusnya panitia melakukannya.
- Terimakasih kepada Kang Abik dan Mas Boim plus keluarga – Terima kasih pada Indosat Malang: Pak Cahyo, Pak Dian, Pak Joko, Pak Edi, Mas Abid, Mbak Novi, Destri, Rizki dan yang lainya (lupa nama mereka satu-satu). Indosat Pasuruan: Mas Tamat , Ferdi.. Teman-2 FLP Pasuruan: Ustad Rofiq, Mbak Erna dan lainnya. Pak Nur Mu’minul dari Prima Insan (PRINS) sang penggerak massa. Sanggar Insan Cendekia – FLP Malang: Kukuh, Mas Karkono, Zia, Yudis, Vivi, aduh.. siapa lagi seeh.. kok lupa nama kalian.. Temen-temen panitia dari SMA 3: Navis, Isrok, Endah.. dll (lupa juga… maafin saya yang suka lupa menghafal nama)
- Saya banyak menerima SMS, Email dan telepon memeberikan ucapan selamat atas suksesnya acara tersebut.. terus terang saya malu menerima ucapan itu! Tentu, karena acara ini bukan kerjaan saya! Saya hanya berperan sebagai moderator dan pengisi acara.. temen-temen lain dari institusi yang saya sebutkan di atas yang banyak “berdarah-darah” menyiapkan acara itu… sungguh saya nyaris tidak berperan.. jadi saya teruskan ucapan selamat itu kepada teman-teman semua melalui tulisan ini.. karena anda dan kalian semua yang pantas mendapatkannya..!
- Mohon maaf kepada Kang Abik dan Mas Boim serta seluruh peserta yang mungkin ada kecewa dengan pantia – terutama yang di Pasuruan dan yang di Malang terpaksa kami tolak karena daftar pas hari pelaksanaan Talkshow – mudah-mudahan di lain waktu kami bisa lebih baik lagi.. Astaghfirullah mudah-mudahan Allah mengampuni kekhilafan kami dan anda semua..
-heri mulyo cahyo-
Salam hangat dari Malang
26/02/2008











salam
inilah yang terkadang memotivasi kami sampai saat ini.Kerja keras yang masya Allah awalnya hanya sebuah mimpi dan obrolan warung dari beberapa manusia.hehe! Dan pertolonganNYA sangat dekat , benar yang kami rasakan seperti itu………
Mudah-mudahan lautan manusia itu tak hanya buih saja tetapi memunculkan ruh baru bagi FLP PASURUAN