MADIUN-SURYA-Diduga kelelahan usai mengerjakan soal-soal Ujian Nasional (Unas) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Arin Triani, 15, siswi kelas III/IX C SMPN 2 Geger, Kabupaten Madiun, ambruk dan langsung menghembuskan nafas terakhir di depan ruang kelas, Kamis (8/5). Suasana SMPN 2 Geger yang tadinya lengang, berubah menjadi hiruk-pikuk oleh kabar meninggalnya Arin yang begitu mendadak. Sebagian siswi menangis haru mengenang siswi yang pendiam itu.
“Kami menduga penyakit jantung Arin kambuh setelah mengerjakan soal-soal ujian tadi. Sebab, pagi tadi tidak ada gelagat maupun tanda-tanda yang aneh pada diri almarhum,” kata Suwarno, salah seorang guru SMPN 2 kepada Surya, Kamis (8/5).
Hal senada juga dikatakan pengawas ujian Teguh Priyanto, dimana Arin mengerjakan soal-soalnya. “Sejak mengerjakan soal-soal IPA tadi di ruangan, dia tidak menunjukkan tanda-tanda aneh,” kata Teguh.
Dari keterangan yang dihimpun dari guru dan siswa di sekolah itu, Arin menyelesaikan soal-soal Unas lebih awal dari teman-temannya. Putri ketiga dari pasangan suami-istri Ahmad Suparni dan Fatonah itu langsung ke luar ruangan ujian dan duduk di serambi depan kelas menunggu beberapa temannya.
Peristiwa ini merupakan kasus kedua. Sehari sebelumnya, Rabu (7/5) dini hari, Dyah Ayu Wulandari, 15, siswa kelas 3 SMP PGRI 2 Gresik, meninggal di rumah sakit setempat. Ia memaksakan diri ikut Unas meski dalam kondisi sakit.
Sebelum menemui ajalnya, Arin masih sempat bercengkerama dengan teman-temannya. Sesaat kemudian ia mengeluh pusing dan tiba-tiba kepalanya sudah terkulai di pangkuan Luluk, teman dekatnya.
Mengira Arin pingsan, teman Arin itu berteriak-teriak meminta tolong. Guru dan siswa yang tak jauh dari tempat itu segera berdatangan bermaksud membawanya ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Namun, ternyata gadis itu sudah meninggal dunia.
Atas kejadian itu, pihak keluarga langsung mendatangi sekolahan. Kakak Arin, Rina sangat terpukul dengan meninggalnya adik kandungnya itu. Rina membenarkan kalau adiknya itu memiliki riwayat sakit jantung. Bahkan beberapa hari sebelum Unas berlangsung, Arin masih menjalani rawat jalan ke dokter.
“Memang dia saat ini dalam kondisi rawat jalan karena sakit jantung yang dideritanya. Mungkin kondisinya lemah karena beberapa hari ini dia berpuasa, ” papar Rina.
Sebelum jenazah Arin diserahkan ke orang tuanya, terlebih dulu petugas Polsek Geger membawanya ke Puskesmas. Kapolsek Geger, AKP Sarwono, menegaskan bahwa kematian pelajar itu akibat mengalami jantung lemah. Dari hasil visum tim dokter, tidak ada tanda-tanda kekerasan sehingga jasad Arin langsung dibawah ke rumah duka, RT 23 RW 4 Desa Nglanduk, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
Kepala Puskesmas Geger, Kabupaten Madiun, dr Retnowulan membenarkan Arin mengidap penyakit jantung sejak kecil. “Dia (Arin) sudah sering memeriksakan kondisi kesehatanya ke Puskesmas Geger. Saat itu, mungkin dia kelelahan, sehingga tidak bisa bertahan,” katanya usai memeriksa kondisi jenazah.
Sehari sebelum meninggal, Arin sempat tegang saat mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia. Ia takut jangan sampai tidak lulus.
“Arin sempat menangis. Saat saya tanya kenapa, dia tidak menjawab,” kata Luluk salah seorang teman dekatnya di rumah duka.










kok bisa ya…..sepertinya unas ni bikin orang jd stress berat….
Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://jawa.infogue.com/lagi_peserta_unas_meninggal_di_sekolah
innalillahi wa inna ilaihi rajiun