Oke sekarang kalian sudah mengirimkan lamaran untuk lowongan kerja, bahkan telah melakukan interview (wawancara) kerja, tetapi kalian tetap belum mendapatkan panggilan atau pekerjaan.
Laa Tahzan, jangan bersedih. Pasti ada hikmah dari itu semua, yang penting tetap yakin dan bersabarlah kalian sambil melakukan evaluasi terhadap segala hal yang telah kalian lakukan. Seperti: Apakah surat lamaran yang kalian buat sudah baik dan cukup menjual, apakah saat melakukan wawancara kerja sudah cukup menyakinkan recruiter? Dan yang terpenting lagi apakah kualifikasi kalian memenuhi persyaratan atau tidak? Apa karena kurang pengalaman dan seterusnya.
Nah saya ingin menawarkan salah satu solusi bagaimana agar kalian tidak terlalu berlama-lama berdiam diri di rumah. Mengapa? Semakin lama kalian berdiam diri dan tidak mendapatkan kesibukan yang berarti, maka kalian akan semakin tidak produktif, jika tidak produktif, maka hal ini akan mempengaruhi semangat dan mental kalian, yang pada akhirnya membuat “semangat bertarung” kalian menjadi rendah dan bahkan hilang hingga frustasi. Kalau sudah demikian maka yang rugi adalah kalian sendiri.
Apa solusi itu? Yaitu mengajukan diri ke perusahaan / tempat lain yang bisa menampung kalian untuk melakukan Job Training / Magang kerja.
Apa bedanya magang kerja dengan bekerja sesungguhnya? Perbedaannya adalah pada status kalian di perusahaan / tempat kerja. Kalau kerja tentu kalian akan mendapatkan hak dan kewajiban sebagaimana karwayan / pekerja di tempat itu. Sedangkan sebagai peserta magang (trainee) kalian akan mendapatkan kewajiban sebagaimana pekerja namun tidak mendapatka hak sebagaimana pekerja tetap.
Bahasa gampangnya kalau magang (job training) kalian tidak dibayar, karena mengajukan magang kerja di tempat tersebut atas inisiatif kalian sendiri. Walaupun saya yakin kalau tempat magang kalian baik minimal kalian akan dapat uang transport dan paling tidak uang makan.
Apa untungnya dengan magang seperti itu?
Ketahuilah salah satu sebab para fresgraduate minder adalah tidak adanya pengalaman kerja pada lowongan yang ditawarkan. Dengan magang maka kalian akan mendapatkan beberapa keuntungan seperti:
1. Pengalaman kerja: ini saatnya kalian menambah pengalaman kerja kalian, yang akhirnya bisa meningkatkan nilai jual kalian ketika mengajukan sebuah lamaran.
2. Menambah Keterampilan : salah satu cara menambah keterampilan dengan gratis adalah dengan mgang kerja. Tentu saja disesuaikan dengan keterampilan yang kalian inginkan. Ada seorang murid saya yang sejak SMA dia ikut membantu di kursusan bahasa Inggris. Akhirnya begitu lulus SMA dia sudah bisa berkomunikasi dengan bahasa inggris – paling tidak lebih baik dibanding teman-temannya. Setelah lulus SMA dia melanjutkan ke pelatihan profesi selama setahun, setelah itu dia ikut magang di lembaga pelatihan komputer, dan akhirnya dia juga mengusai kemampuan komputer dengan baik pula. Nah itu salah satu contoh bagaimana magang kerja bisa bernilai ganda, selain pengalaman juga mendapatkan keterampilan.
3. Mendapatkan jaringan: ingatlah bahwa terkadang informasi lowongan kerja berasal dari mulut-ke-mulut sehingga dengan adanya jaringan ini berarti kalian semakin memperbesar sumber informsi lowongan pekerjaan. Oleh karena itu usahakan semaksimal mungkin mengenal orang-orang penting (yang banyak relasinya) di perusahaan tersebut. Meski tidak harus demikian (mengenal baik orang-orang penting) kalian tetap harus mengenal dengan baik sebanyak mungkin orang dan yang penting lagi meninggalkan kesan yang positif di tempat kalian magang. Mudah-mudahan dengan cara demikian – jika suatu saat ada lowongan di perusahaan tersebut kalian bisa mendapatkan prioritas untuk mengisinya. Sebuah pengalaman yang pernah dialami teman saya, begitu dia lulus dari tempat dia belajar – disebuah akademi – dia menawarkan diri untuk membantu apa saja yang dia bisa di kantor tersebut. Mulai dari pekerjaan administrasi yang cuma sekedar mengetik, hingga membantu dosen yang menyiapkan penelitian dan membuat laporan. Akhirnya ketika ada lowongan pekerjaan di kantor tersebut dia mendapatkan tawaran untuk mengisinya, karena pertimbangan beberapa hal temen saya kurang berminat dengan posisi tersebut, tetapi dia masih ingin magang di kantor tersebut. Sampai akhirnya dia mendapatkan tawaran di kantor lain – dalam instansi yang sama – yang memang sesuai dengan keinginannya, maka dia dibantu oleh atasan tempat dia magang, dan Alhamudulillah dia sekarang sudah jadi pelatih (widya iswara) tingkat nasional di departemen kesehatan.
4. Mempelajari suasana dan etika kerja: salah satu hal yang membuat para fresh-graduate (lulusan baru) canggung memasuki dunia kerja adalah karena mereka tidak terbiasa dengan suasana dan etika kerja. Misalnya harus menggunakan pakaian dan penampilan yang sesuai ketentuan kantor/perusahaan, misalnya tidak boleh rambut gondrong, berpakian rapi dan berdasi dan seterusnya. Selain itu juga mengenai etika dalam bekerja: datang tepat waktu, jika tidak masuk harus ijin, jika menghubungi pimpinan harus melalui sekretaris atau melakukan perjanjian lebih dulu dan seterusnya. Bahkan tidak hanya itu – tempat kerja juga bisa merubah budaya dan kebiasaan seseorang: misalnya tidak boleh merokok selama jam kerja, istrirahat satu jam pada saat siang hari dan seterusnya. Nah pengalaman ini sangat berharga sebagai bekal bagi kalian ketika bekerja kelak.
Nah tunggu apa lagi? Tidak diterima kerja lewat jalur lowongan kerja bukan berarti kiamat untuk memulai merintis karir yang kalian inginkan.
Magang adalah salah satu cara untuk mewujudkannya.
Mau coba Tantangan Ini?
*******
http://hmc.web.id (belajar bahasa inggris lewat nasyid)










Assalamualaikum….
bener juga pendapatmu, salam kenal ja .thank’s bro