Ketika Hari H dan Mengunggu Interview
Setelah kalian tahu beberapa hal yang perlu kalian lakukan sebelum melaksanakan interview kerja. Ketahuilah bahwa terkadang untuk wawancara kerja memerlukan waktu cukup lama oleh karena itu perlu kiranya kalian mempertimbangkan hal-hal yang terkait dengannya.Maka berikut ini hal-hal yang harus saat kalian lakukan ketika menunggu wawancara kerja.
1) Makan yang Cukup: saat interview terkadang menegangkan bagi sebagaian orang, oke, itu wajar dan manusiawi. Terutama bagi mereka yang baru pertama kali menghadapi interview, tetapi jangan sampai ketegangan ini diperparah dengan kondisi kalian yang tidak fit karena tergesa-gesa sehingga tidak menyempatkan diri untuk sekedar sarapan pagi. Mungkin kalian tidak biasa sarapan, gak masalah, tetapi bawalah bekal secukupnya dan yang mudah, misalnya roti dan sebotol air mineral. Ingatlah juga, terkadang kalian mendapatkan giliran wawancara paling buncit, maka bekal tadi bisa kalian manfaatkan untuk sekedar menjaga stamina.
2) Datang Lebih awal: early bird catch a worm, begitu pepatah dalam bahasa inggris, yang kalau diartikan kurang lebih, yang paling datang awal akan mendapatkan rezeki. Saya kira itu ada benarnya, dengan datang lebih awal kalian akan lebih banyak tahu dan mencari tahu. Misalnya dengan mengamati bagaimana budaya kerja karyawan di perusahaan tersebut, melihat-lihat ruangan tepat wawancara, bahkan kalau kalian bisa berkomunikasi dengan baik maka kalian akan mendapatkan tambahan informasi yang cukup bermanfaat buat menjawab pertanyaan ketika interview. Selain itu jika memang yang akan diinterview banyak kalian bisa mencari tempat yang nyaman untuk menunggu giliran interview.
3) Bangun Relasi : kalian tidak akan pernah tahu apa yang terjadi ketika sebelum atau atau bahkan sesudah interview. Segala kemungkinan bisa saja terjadi, kalian bisa diterima, maka Alhamdulillah. Tetapi jika kalian gagalpun, maka akan banyak manfaatnya ketika kalian punya banyak kenalan. So? Siapa yang harus kalian kenal? Siapa saja, mungkin orang-orang diperusahaan tersebut, baik seorang satpam sekalipun, dan yang penting lagi adalah dengan sesama calon karyawan yang sedang menunggu giliran interview. Buatlah jaringan “sesama pencari kerja”. Artinya kalian dengan teman-teman baru yang kalian temui – sesama pencari kerja – bisa saling tukar informasi tentang peluang dan lowongan kerja diantara kalian. Kalopun mungkin salah-satu diantara mereka yang kalian kenal itu kelak diterima, maka jangan sungkan-sungkan untuk menanyakan apa kira-kira yang membuat mereka diterima, sehingga kalian dapat belajar dari mereka yang telah berhasil. Untuk itu tidak ada salahnya kalau kalian punya kartu nama, sama sekali bukan untuk sekedar sok aksi, tetapi semata-mata memudahkan orang lain untuk mengingat kalian. Dan jangan lupa pula untuk mencatat informasi tentang orang yang kalian kenal, minimal nomor telepon yang bisa dihubungi atau sekedar dikirimi SMS.
Ketika Interview
4) Ucapkan Salam : ketika sampai pada giliran kalian, jangan lupa mengucapkan salam dan ucapan terima kasih ketika pertama kali bertemu, jika memang memungkinkan jabat tangan dengan peng-interview lakukan, jika tidak cukup sambil tersenyum dan menundukkan kepala. Jangan duduk kecuali sudah dipersilahkan.
5) Jangan Menunduk Ketika Bicara : saat kalian menjalani proses interview usahakan selalu menatap muka orang yang mengajak kalian bicara, jangan menunduk apalagi mengalihkan padanngan.
6) Bicara dengan Suara yang jelas dan tegas : sekali lagi adalah manusiawi kalian grogi, nervous, tetapi jangan sampai hal itu bisa menganggu volume dan intonasi suara kalian. Bicaralah dengan tenang dan jelas. Termasuk disini jangan pernah ragu dalam menjawab.
7) Jawablah yang singkat dan jelas : singkat tidak berarti hanya menjawab, YA atau TIDAK! Tetapi jawablah pertanyaan yang diperlukan seperlunya dan dengan sungguh-sungguh, sesuai realita dan tidak berbelit-belit.
Tanyakan hal tidak dimengerti : jangan pernah menduga-duga pertanyaan yang kalian tidak jelas maksudnya. Jika tidak mengerti tanyakan, jika tidak bisa menjawab katakan dengan sesungguhnya.
9) Bertanyalah jika diberi kesempatan : terkadang jika pertanyaan dirasa cukup, peng-interview biasanya memberikan kesempatan kepada kalian untuk bertanya. Maka tanyakanlah hal-hal yang ingin kalian ketahui jika kalian diterima kelak, misalnya tentang tugas-tugas yang terkait dengan posisi yang kalian lamar dan seterusnya.
10) Jangan “terprovokasi” : terkadang pewawancara melontarkan pertanyaan yang “seperti menyingnggung sara” seperti: “Jika waktu solat jumat, perusahaan membutuhkan tenaga anda, dan tidak bisa ditiggalkan.. bagaimana menurut anda?” – saya sering mendengar pertanyaan ini… dan kita menanggapinya positif aja… itu hanya untuk mengukur apakah kalian cukup jeli dan bisa menjawab atau mudah terpancing emosi… Jawaban yang bisa kalian berikan misalnya: Apakah disini tidak ada karyawan non muslim yang bisa manggantikan barang bebrepa menit untuk sekedar solat jum’at?









