Lelaki tua yang tubuhnya sudah kurus dan lemah itu menggerak-gerakkan telapak tangan kanannya yang juga keriput dan lengannya penuh dengan bekas-bekas tusukan jarum infus, sambil sesekali menunjuk ke dadanya.
“Aku cuma sebentar kok pa, sehabis sholat ied langsung pulang”
Lelaki itu terlihat murung, sesekali batuk-batuk dan cairan seperti ingus keluar dari lehernya yang terbuka menganga akibat tiga kali operasi kanker larynx.
“Sebentar saja, besok pagi berangkat lusa insyaAllah sudah balik lagi..” lelaki muda itu meyakinkan.
“Iya.. pa, nggak pa-pa khan ada saya, Iis dan Ria..” kata istrinya. “Hefie..sama suaminya juga ke Blitar sebentar ke mertuanya..katanya juga langsung balik setelah solat ied…” istrinya melanjutkan.
Lelaki yang harus makan makanan yang diblender melalui selang yang langsung masuk ke lambungnya itu, terdiam.
“Nggak apa-apa ya… kalo aku berangkat?”
Akhirnya lelaki itu mengangguk.
****
“Dik… segera pulang ya… ” kata kakak ipar begitu kami turun dari masjid setelah selesai sholat ied.
“Ada apa Mbak?”
“Sabar ya… Bapak sedo (meninggal)…”
“Innalillahi wainna ilahi rajiun…”
“Kapan…teleponnya?”
“Tadi, pas saya baru pulang dari masjid…”
“Astaghfirullah….” berbagai perasaan campur aduk jadi satu. Namun satu hal yang pasti PENYESALAN
Saat itu jam 7.30 pagi… Ngawi — Malang 6 sampai 7 jam .. berarti baru jam 13.00 atau jam 14.00 baru sampai — mudah-mudahan masih bisa mengikuti pemakaman.
***
Terminal Purbaya – Bungurasih – Surabaya jam 13.30 – 1 syawal 1424 H
“Coba telepon ke rumah..”
“Nggak ada yang ngangkat..”
“Coba telepon tetangga… sebelah rumah…”
“Sudah dimakamkan tadi menjelang dhuhur… katanya”
“Ya.. Allah astaghfirullah…”
****
“Tadi pagi ketika orang-orang berangkat ke mesjid mau sholat Ayahmu..minta dibersihkan badannya..” kata ibu.
“Beliau minta ganti baju koko putih yang lengan pendek.. setelah Ibu spon dengan air hangat, dan mengganti semua sprei.. beliau minta untuk agak disandarkan.. katanya mau nunggu orang-orang. Beliau bilang sama ibu, kalo habis sholat ied orang-orang akan datang menjenguk beliau.. setelah itu Ibu kasih obat dan ibu bersih-bersih di dapur…”
“Pas.. khotib di masjid menutup khutbah, adikmu memanggil-manggil .. katanya tadi terdengar ayahmu agak sedikit tersedak.. setelah dilihat kok diam.. ternyata beliau sudah pergi..”
“Orang-orang memang langsung kesini setelah sholat ied. Tahu ayah sudah nggak ada.. Ustadz Ibrahim, Kiayi Sholeh dan pengurus takmir yang lain langsung mempersiapkan untuk pemakaman. Alhamdulillah Pak Ustadz Ibrahim dan Pak Kiayi Sholeh sendiri yang memimpin. sebenarnya sekitar jam sembilan lebih sudah siap, tapi nunggu Hefie… ternyata perjalanan dari Blitar ke sini nggak lancar.. sementara sudah hampir jam 11 – kasihan orang-orang waktunya lebaran harus nunggu-nunggu disini, akhirnya Hefie telepon suruh memberangkatkan saja jenazahnya… Hesti juga bilang gitu.. kasihan orang-orang apalagi juga mau hujan … ya sudah… akhirnya diberangkatkan.. Hefie masih bisa mengejar di makam..” begitu cerita ibu begitu kami sampai di rumah.
Tanah-dan pohon-pohon di luar rumah basah habis terguyur hujan lebat. Hati kami juga basah sekali, bergemuruh penyesalan menumpuk-numpuk. “Mengapa saat itu harus berangkat, bukankah beliau sudah memberi kami isyarat.. ah…. betapa berdosanya saya.. !”
Keluarga dari Bondowoso juga baru datang. Akhirnya bersama mereka kami menuju ke makam yang hanya berjarak dua kilo dari rumah.
Seonggok pusara dengan gundukan tanah yang basah dan segar terletak di bawah rerimbunan pohon bambu.. di bawah sana terbujur jasad lelaki yang telah mengabdikan diri sepenuh hidupnya untuk Tuhannya dan keluarganya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Itulah pahlawan keluarga kami
Ayah kami tercinta.
***
Allaahummaghfirlahu warhamhu, wa āafihii wafu anhu, wa akrim nuzulahu wa wassi madkhalahu…
Ya Allah ampunilah dosa-dosa ayahku, berilah rahmat kepadanya, sejahterahkanlah dia, maafkanlah segala khilafnya, muliakan singgahannya, luaskanlah tempat masuknya. Amiin.
kutulis dengan sepenuh cinta yang dalam untuk mengenang 5 tahun kepergianmu.
**dari putramu yang belum sempat berbakti dan memberikan yang terbaik untukmu**










mari berbuat
untuk semua
mari sayangi ortu kita yang masih tersisa… dan mari doakan yang baik untuk mereka yang telah meninggalkan kita
salm dari malang
Innalillahi waina ilahi rojiun..
saya turut berbelasungkawa mas..semoga beliau mendaoatkan tempat yang terbaik disisiNya..amin..
…
saya jadi kangen sm ayah ibu saya..pengen minta maap..
Membuat saya jadi tambah sayang dengan Ibu saya. Semoga Allah menempatkan Almarhum disisi yang layak.
Semoga Allah SWT menerima segala Amal Ibadahnya dan Mengampunkan segala dosa-dosanya Mas. Amin
Jika LANGKAHKU membekas lara
KATAKU merangkai dusta
LAKUKU menoreh luka
Untuk TULISAN yang tak terjaga
Untuk JANJI yang terabaikan
Untuk HATI yang berprasangka
Untuk SIKAP yang menyakitkan
Disaat tangan serta jemari tak sempat berjabat
Setidaknya seuntai kata masih terungkap
Dari JERITAN lubuk bathinku
Dengan KETULUSAN hatiku
KUMOHONKAn maaf lahir dan bathinku
Taqobalallahu minna wa minkumum
Minal aidin wal faizin
Selamat hari raya idul fitri 1 syawal 1429 H.
Innalillahi wa innailaihi rajiun
semoga arwah beliau tenang disisi Allah SWT
Dan yang ditinggalkan ikhlas menerima semua ini
Innalillahi waina ilahi rojiun..
Sassie turut mendoakan semoga beliau selalu mendapat tempat terindah disisi Allah Swt..
Jadi ini cerita yang mas heri pernah singgung di posting ibsn sie pertama dulu..
Sie mengerti akan penyesalan mas heri karena gak sempat menghadapi ketika beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Hidup mati Allah yang mengatur dan penyesalan gak akan mengembalikan apa yang sudah terjadi.. Yang harus kita lakukan adalah mendoakan mereka yang sudah pergi, bukankah do’a anak yang sholeh kepada orang tua akan didengar Allah..
Insya Allah Almarhum Ayahnda mas heri dilapangkan jalan menuju sorga karena beliau pergi di hari yang suci Amiin..
Maaf jika sie terkesan lancang dan sok menasehati..
Slamat Iedul Fitri Sassie
Mohon Maaf Lahir & Bathin
Happy Lebaran
تقبل ألله منا و منكم
من الآعيدين والفائزين
Regards,
SASSIE KIRANA