doa orang yang teraniaya adalah mustajab
Sebelumnya saya disclamimer dulu, bahwa tulisan ini khusus untuk caleg muslim, karena saya mengambil rujukan dari ajaran islam, jadi kalo yang non-muslim ya silahkan cari referensi sendiri.
- Amal yang diterima adalah amal yang benar dan ikhlas
- Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain
Bismillah
Aura Pemilu legislatif 2009, sudah terasa dimana-mana. Yang paling terasa adalah di sepanjang jalan kenangan. Tidak hanya jalan propinsi yang menguhubungkan antar kabupaten dan kota tetapi juga jalan-jalan desa kecil bahkan gang-gang tikus gak luput jadi sasaran kampanye.
Dan karena sistem pemilu yang katanya langsung itu, sekarang ini media kampanye menjadi semangkin beragam dan variatif, terutama jika menyangkut sang calon anggota legislatif.
Nah berdasarkan keputusan MK beberapa saat yang lalu (maaf saya nggak terlalu peduli ngurusin itu, jadi nggak tahu kapan munculnya) bahwa caleg yang bisa duduk di kursi parlemen adalah yang gambarnya dicoblos paling banyak, jadi nomor urut nggak penting lagi sekarang ini.
Hal itulah yang jadi masalah bagi sebagian partai! Karena kader-kader terbaiknya biasanya ditaroh di nomor satu – dengan harapan berapapun orang yang nyoblos gambar dia, dia akan bisa tenang karena toh yang dicari akumulasi suara! TAPI sekarang jaman sudah berubah, beda dengan waktu israel belum menghancurkan gaza!
Dengan adanya peraturan itu, maka jangan heran kalo nanti yang jadi anggota dewan kita yang terhormat nanti adalah para artis, penyanyi, dan bahkan preman yang banyak penggemar atau anak buahnya, BUKAN orang-orang berkualitas sebagai legislator.
Makanya juga jangan heran kalo sekarang ini tiba-tiba banyak artis dadakan, dan sepanjang jalan protokol dan gang tikus dipenuhi gambar-gambar artis pendatang baru di dunia politik. Dan jujur, wajah mereka memang layak dijual – minimal jika dibandingkan dengan wajahnya monyet di bonbin :mrgeen: POster-poster Raksasa bergambar artis aneka satwa mejeng dimana-mana. Yang membuat geli saya ada parte tertentu yang muncul di permukaan kebanyakan caleg perempuannya, hampir tidak saya temukan di sepanjang jalan di kota-kota malang gambar caleg prianya. Sampe-sampe saya mikin apa sudah jadi Parte Akhwat Ni yee..
padahal tuh akhwat bukan nomor peci, tapi nomornya tengah-tengah ato rada bontot-bontot gitu!
wah cukup ngelanturnya!
begini, saya sempat berpikir, kenapa sih para caleg itu terlalu ngoyo kampanye menjual dirinya? sampe-sampe ngabisin uang jutaan, bahkan ratusan juta kali ya? untuk bikin foto diri poster!
bagi saya caleg yang model begini ini perlu dapet catetan khusus:
pertama dia tidak percaya sama takdir! Lho kok gitu? menurut saya sih masalah rejeki jodoh dan mati itu khan sudah ditentukan! Nah bukankan jadi anggota legislatif itu adalah cari rejeki. Nah bagi saya kalo dia memang ikhlas mau jadi pejuang rakyat anggota legislatif, maka hal itu tidak perlu! Karena yang dibutuhkan adalah bukan tampang dia! Tapi kerja dia selama ini – sebelum jadi pejuang rakyat . Artinya kenapa baru sekarang mukanya nongol, berkoar-koar memperjuangkan rakyat, selama ini kalian kemana? Pada tidur, atao kalian makhluk dari planet laen?
sehingga jadi yang kedua bahwa sesungguhnya mereka ini BUKAN CALEG yang layak dipilih! Dan lebih pantas mereka ikut AFI, atau KDI
Nah harusnya gimana?
Nah ini cuman saran nih.
- Daripada uangnya dihambur-hamburkan buat bikin spanduk atau poster, mending uangnya dikasihkan pada orang-orang miskin atau keluarga orang-orang yang laigi sakkit dirumah sakit dan gak bisa nebus obat. Kenapa? Karena kalo anda mau bener-bener memperjuangkan rakyat anda harus memulai dari hal-hal kecil seperti ini. Nonsense anda akan mau memperjuangkan hal yang lebih besar
- Kalo nyumbang nggak usah bilang kalo anda nyalonin caleg, soalnya biar ikhlas dan yang mendoakan ikhlas juga. mudah-mudahan orangnya mendoakan apa yang jadi keinginan anda. kalopun tidak didoain jadi aleg yakinlah bahwa kalo ikhlas amal anda tidak sia-sia
- Kalo anda masih merasa kurang ikhlas lagi dengan cara begitu, sumbangin aja uang dana kampanye anda buat rakyat palestine, tinggal transfer ke KISPA, atau Mer-C atau Bulan Sabit Merah dan seterusnya, saya yakin kaum muslim di sana sangat membutuhkan bantuan kita, dan mereka benar-benar nggak tahu siapa anda, jadi kalo anda nyumbang maka mereka mudah-mudahan ikhlas mendoakan kebaikan bagi anda
Bagaimana? Bisa diterima?










mmm…
sepakat, sepakat, pak…
tak layak benar berbuat semacam ituh…
terlalu berambisi untuk menduduki sebuah jabatan, padahal jabatan itu amanah yang ngga gampang…
klo bisa juga, jgn bawa isu palestina buat kampanye.. nyari perhatian banget.. masa “palestina kami sayangi” (singkatin aja tu jadi partai apa)
salam shilaturrahmi dulu pak heri… bacanya setelah ini…
Kata pepatah Arab, “pemimpin itu cerminan rakyatnya”. Lha kalau rakyatnya lebih doyan sinetron daripada berita politik, maka pantas nanti yang terpilih jadi caleg atau bahkan presiden adalah artis.
Kalau rakyatnya amanah dan jujur maka yang bakal terpilih adalah orang yang amanah dan jujur pula.
Salam kenal dari Cikarang
Choirul
http://lintasankatahati.blogspot.com
Mari kita dukung misi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Commitee ke Palestina via SMS.
ketik MERC PEDULI kirim ke 7505 untuk memberikan donasi Rp. 5.000;/SMS
Dan sebarkan demi fisabilillah
Daftar Caleg tah Pak….. hi..hi..hi…
Setuju pak cahyo.
semoga saja kekhawatiran kita gak terwujud banyak meski pengetahuan politik masyarakat kita masih awam (terutama di tempat terpencil). semoga yang terpilih nanti orang yang benar2 amanah. dan caleg yang terpilih bener2 memperjuangkan rakyat nya. yang enggak ya tunggu aja balasan dari Yang Maha Adil.
salam dari mojosari, kota kecil nan asri
He he sepakat…
Tapi Pak…kalo semua parpol nggak bikin spanduk…kasian juga tukang spanduknya kan?
Waduh ngelantur lagi…
iya Pak, saya kemarin pas liburan taun baru, di daerah sangat terpencil yang SINYAL HAPE SAJA TIDAK ADA, tapi di situ banyak sekali spanduk-spanduk yang ukuran2nya jauh-jauh lebih besar dibanding SINYAL HAPE, wekekeke…
mana fotonya narsis smua lagi..
eh, ada artis juga loo….
bisa diterima sekali mas.. aku setuju banget..
buat apa menghambur2kan uang demi kampanye2 ga penting yang isinya cuman OT *omong tok* hasilnya NOL!!
yang susah banyak, sekarang tambah banyak lagi… PHK dimana2 masih sempet ngambur2in uang? mbok yao lebih baik itu dimanfaatkan bwt membuka lapangan kerja baru, biar yang pengangguran dpt penghidupan yg lebih layak.
bayangin deh mas, untuk caleg sekelas MH *cewek, wartawan media elektronika yang beken* itu paling nggak ngeluarin duit 1 Milyar lebih!!
seandainya uang itu dimanfaatkan lebih baik, pasti lebih bermakna lagi… terlebih, utk sodara2 kita uang ga seberuntung kita..
terserah ya yang ngebaca komen saya ini mw nganggep saya ngiri ato apa..cuman lihatlah lebih dekat..orang2 yang ada disekitar kita dan ga seberuntung kita.. sodara2 kita di palestina.. mereka semua membutuhkan kita..
*bwt mas hejis yang ntar pasti komen di postingannya mas Heri.. jangan bilang lagi aku cocok jadi caleg ya ahahahaha*
pak, salam comment,
hehe..
semoga Malang banyak di isi caleg yang amanah..Amin
kalau kita pahami betul, bahwa amatlah berat menjadi caleg dan orang-orang yang akan menerima amanat kelak. karena akan melayani, mengabdi dan memikul tanggungjawab yang besar dan semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya tanpa secuilpun yang terlupa. buat saya saat ini kayaknya belum kuasa karena masih keteteran ngurusi dapur rumah.
setuju…
hmmm…
karena saya bukan caleg..
saya cuma bisa sumbang screensaver dan wallpaper SAVE PALESTINE aja nih…
monggo mampir..
5 tahun sekali bagi-bagi rejeki ke tukang sablon… itu juga kalo pesanannya ditebus semua.

Setuju jika uangnya diamalkan, diinfaqkan, dst… dst, tapi tanpa korban (ingat : tragedi pasuruan)… lewat rekening tabungan gitu, hitung-hitung memberi pelajaran menabung kepada kaum fakir miskin.
Bagaimana ?
Sepertinya saya off lagi untuk mengikuti pemilu legislatif tahun ini..:-(
Wajah kalau yang terpilih adalah para artis, karena masyarakat sudah tidak asing dengan wajah-wajah mereka.
Di Bandung sini jadi banyak poster artis mendadak begitu tuh, hampir dari seluruh partai mumpuni. Bikin sumpek kota aja.Kecuali satu partai yg ga ikutan mejeng (ga perlu disebutin yg mana, ntar dituduh kampanye blogging lagi). Kenapa? Karena platform sudah dijiwai kader nomor urut manapun…(kaliii)