Orang-orang besar hidup untuk orang lain, dan orang-orang dungu mati dalam kedunguannya.
Jika anda mempelajari tentang perjuangan rakyat Palestina melawan penjajahan Israel, maka anda akan menemukan nama Syaikh Ahmad Yasin – pencetus gerakan intifadah (perlawanan) dan pemimpin spiritual HAMAS.
Dan Ahmad Yasin adalah orang yang paling dicari-cari oleh Israel untuk dihabisi. Dan tahukah anda? Bagaimana Israel menghabisi hidup Ahmad Yasin? Dengan cara ditembak roket ketika dia pulang dari sholat subuh!
Dan tahukah Anda bahwa saat itu Ahmad Yasin hanyalah seorang kakek tua yang harus menjalani hidup di atas kursi roda semenjak usia 14 tahun!
Fantastis!
Untuk membunuh seorang tua renta dan hidup di atas kursi roda harus menggunakan roket!
****
Di Indonesia-pun kita punya sosok seperti itu!
Anda pasti mengenal siapa Jendral Soedirman?
Tapi pernahkah Anda mencoba membaca bagaimana sang panglima besar itu menghabiskan lembaran-lembaran hidupnya yang penuh dedikasi?
Berawal dari seorang guru madrasah menjadi panglima perang yang paling dicari-cari oleh penjajah Belanda!
Dari pengajar siswa – menjadi pemimpin tentara yang mengobarkan perang gerilya menyusuri hutan-hutan di hampir seantero pulau Jawa.
Namun ada satu hal yang luar biasa menurut saya dari perjuangan beliau!
Anda semua pasti tahu bahwa selama bergerilya beliau harus ditandu! Tidak lain karena beliau menderita penyakit paru-paru yang sangat akut.
Dan konon menurut sebuah sumber yang saya baca saat itu paru-paru beliau sudah rusak separoh. Artinya dari segi fisik beliau sudah tidak layak berjuang!
Tapi justru dalam kondisi kesehatan yang kritis seperti itu beliau menunjukkan kebesarannya. Menginspirasi ribuan tentara Indonesia untuk tetap berjuang mengobarkan perlawanan!
****
Dalam dunia ilmu pengetahuan khususnya fisika.
Kita pasti mengenal Stephen Hawking – seorang yang getol mengkaji teori pembentukan jagad raya.
Dan anda pasti tahu bahwa dia mungkin satu-satunya ilmuwan yang tidak bisa menggerakkan hampir semua tubuhnya kecuali dengan isyarat.
Ya hanya dengan bahasa isyarat yang dia tuliskan melalui komputer. Lahirlah teori-teori fisika yang diakui oleh ilmuwan di seantero jagad.
***
Sahabat, mungkin kita bertanya-tanya:
“ Bagaimana bisa orang-orang yang terbatas secara fisik mampu menorehkan sejarah yang gemilang dalam kehidupan ini?”
Menurut saya jawabnya hanyalah satu:
Visi!
Ya visi atau dalam bahasa yang sederhana adalah cita-cita.
Cita-cita yang besarlah yang mampu menggerakkan seseorang untuk melampaui keterbatasan fisiknya.
Tetapi mengapa orang-orang yang secara fisik sehat dan sempurna tidak bisa mempunyai cita-cita yang mampu menggerakkan?
Saya mencoba mencari jawabnya. Dan menurut saya ada dua hal yang menyebabkan seseorang bisa mampu menemukan visi yang besar dalam hidupnya.
Pertama adalah orang yang mampu mensyukuri apa yang dia miliki saat ini – apapun bentuk dan keadaanya. Karena hanya orang-orang yang mampu bersyukur yang bisa merasakan betapa dirinya telah dikarunia begitu banyak anugrah yang sangat besar dari Allah s.w.t Anugrah hidup, anugrah kehebatan pikiran, dan banyak lain anugrah yang bahkan terkadang kita anggap sebagai musibah atau bencana.
Anda mungkin tahu Hellen Keller Foundation. Ya yayasan amal itu didirikan oleh seorang yang buta dan tuli sejak lahir bernama Hellen Keller!
Padahal kebutaan dan ketulian mungkin bagi sebagian besar orang adalah musibah. Tetapi dengan mampu menerima keadaan itu apa adanya (bersyukur) maka menjadikan sebuah pemicu yang menggerakkan aktivitas fisik yang melampaui keterbatasan yang ada.
Kedua: Orang-orang besar hidup untuk orang lain, dan orang-orang dungu mati dalam kedunguannya. begitu kata seorang sastrawan arab.
Orang-orang yang menciptakan sejarah besar bagi kemaslahatan hidup manusia, adalah orang-orang yang ingin berbagi dan berkontribusi bagi kehidupan di sekelilingnya. Karena orang-orang seperti ini sadar bahwa hidup cuma sekali. Dan mereka adalah orang-orang yang benar-benar menghargai dan menyadari untuk apa mereka hidup.
Mereka bukan golongan orang-orang yang menciptakan dan meninggikan ego pribadinya, yang selalu mengatakan bahwa kehidupan ini harus memberikan yang sebanyak-banyaknya bagi kehidupan pribadinya. Mengeruk sebanyak mungkin dari lingkungan sekitar untuk kebahagian diri dan keluarganya. Dan orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang senantiasa merasakan kekurangan. Merasa miskin dengan banyaknya dunia yang menyelimuti jiwanya.
Padahal Sayyid Qutb pernah berkata: Sesungguhnya ketika aku memberi sesuatu kepada orang lain maka aku akan mendapatkan yang lebih banyak lagi.
Orang yang besar jiwanya hidup untuk memberi. Sedang orang yang kerdil jiwanya dia hidup untuk meminta!
***
Begitulah Sahabat renungan kita kali ini. Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang mampu bersyukur dan selanjutnya mampu berbagi pada kehidupan ini.
**
PS:
- Tulisan ini sudah dimuat di blogsite IBSN
- Gambar Ahmad Yasin dari sini
dan Stephen dari sini
dan Pangsud dari sini













hellooo.. artikel nya bagus2 thanks n salam kenal ya..
Subhanallah…
Semoga kita termasuk salah satu orang yang selalu bersyukur kepada-Nya… Amin Ya Rabb
mas… kalau aku hubungin dengan oret2anku yang JADILAH DIRI SENDIRI mungkin cocok ya mas…
Salut banget deh pak sama mereka2 ini…duhh… aku aja lagi sakit dikit aja suka gak bisa mikir blas…. hi..hi..hi… bawaannya nangis mulu…. payahhh deh…
Jendral Sudirman..adakah yang menyamainya di saat sekarang…
Kadang kala orang yang memiliki ketebatasan fisik memiliki kelebihan dari kita orang yang normal
Subhanallah
Syaikh Ahmad Yasin begitu ditakuti Israel
Jendral Besar Soedirman begitu ditakuti Belanda
Mereka memang tidaklah kua fisiknya
Tapi sesungguhnya ada kekuatan yang lebih menakutkan bagi penjajah dalam jiwanya
Artikel yang sangat menarik Pak
Kadang Allah memberikan kelebihan yang luar biasa dalam sebuah keterbatasan
Give and Give
sebuah kontemplasi…. baca ini,,, hidup jadi tambah semangat untuk terus berjuang dan berjuang!!!
oh iya… mengenai kalimat “Orang yang-orang besar”,,, aku dapati dua kali dalam penulisan… mungkin bapak kecepeten nulisnya?! atau mungkin aku yang kurang bisa memahami…. matur nuwun atas pencerahannya!!
Nice info mas
hanya bisa mengucap syukur Alhamdulillah…..
ya, ya, ya, tokoh2 yang menyandang difable semacam itu sepertinya memang ditakdirkan utk memiliki kelebihan dibandingkan manusia2 normal. bisa jadi di sinilah salah satu contoh keadilan Tuhan itu.
contoh contoh yang sangat mengaggumkan..kita2 sebagai yang normal harus bisa lebih minimal menghargai diri kita sendiri.
Benar,…renungan yang menarik Mas !
Cita-cita, mimpi, semangat, dukungan adalah modal utama.
“Tuhan tidak menjanjikan hari hari tanpa sakit, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan, tetapi Ia menjanjikan kekuatan untuk hari itu, penghiburan atas air mata dan cahaya dalam perjalanan.”
Salam hangat dari Taiwan buat anda sekeluarga !
[...] Ibsn: Ketika Belenggu Fisik Tak Mampu Menahan Kebesaran Jiwa? To Live To Love To Leave Legacy, 10 Feb 09 – 00:17Orang yang-orang besar hidup untuk orang lain, dan orang-orang dungu mati dalam kedunguannya. [...]
manusia hebat,
.
yang lebih hebat lagi adalah manusia yang bisa menghargai mereka-mereka yang berada dalam keterbatasan.
keduaX
baca dulu mas..
Subhanallah, memang walaupun mempunyai kekurangan, nilai atau semangat terhadap sesuatu(kemauan) adalah satu hal yang dapat mengalahkan segala-galanya