Hari Kamis, 14/05/2009 saya menerima email dari Ibu Sarastina – salah satu alumni Writing School @ BBIB Singosari.
From: sarastina 2000
Date: Thursday, May 14, 2009, 9:53 AM
Assalamualaikum pak,Bersama ini saya kirimkan titipan tulisan teman2 tentang Manohara ………….tadinya kami pingin tulisan berantai tapi masing2 terlalu banyak kalimat hingga menjadi paragraf2 ………. jadinya tulisan sendiri2, moga2 bapak ndak bingung yaa !
Makasih and salam dari temen2
Wassalamualaikum wr. wb.
Mau tahu bagaimana isi tulisan-tulisan mereka?
Langsung saja simak di bawah ini:
MANOHARA OH MANOHARA
Tutik Purwany
Jalan hidup seseorang memang bermacam-macam dan berliku. Sebenarnya jalan hidup atau nasib seseorang dapat diubah karena nasib adalah pilihan hidup.
Namun sepertinya hal itu tidak berlaku bagi Manohara Odelia Pinot, seorang gadis belia warga negara Indonesia.
Baginya jalan hidup dan nasib tak ubahnya bagai takdir semenjak menyandang gelar Yang Mulia Cik Puan, karena menjadi seorang istri pangeran Kerajaan Kelantang Malaysia yang nota bene setiap detik waktu yang dilewatinya harus bersikap sesuai peraturan kerajaan serta adat istiadat istana dengan kata lain bahwa kehidupan kini, dan yang akan datang adalah segala aktivitas dan tugas kewajiban sesuai jadwal dan peratuaran sebagai seorang istri raja di dalam istananya yang megah.
Ironisnya jadwal tersebut bukan lah dibuat dan direncanakan oleh Manohara sendiri.
****
Dewi
Wajah ayu senyum selalu mengembang menyapa setiap yang menatap seorang putri Bugis yang cantik, bersahaja, dan ramah sesuai dengan nama yang diberikan Sang Bunda.
Bunda memberinya nama itu agar kelak putri mungilnya tumbuh menjadi putri yang cantik, baik hati dan ramah, itulah impian Sang Bunda. Dengan menyadur dari bahasa Sastra Kuno Sansekerta. Si Mungil diberi nama Manohara Odelia Pinot.
Yang berati Putri Cantik baik hati dan ramah. Memang keinginan Sang Bunda dikabulkan oleh Sang Maha Kuasa. Putri mungil itu menjadi wanita belia yang cantik, baik hati dan ramah. Apalagi ditunjang tubuh tinggi semampai menambah kesempurnaannya.
Subhanallah cantik nian ciptaan Allah ini, dan pantaslah Bunda bersyukur atas anugerah dan rizqi Yang diberikan Allah Ta’alla. Tetapi ingat Allah memberikan rizqi yang besar maka Allah memberikan keseimbangan dengan memberikan ujian yang besar pula.
Hanya ujian itu kita tidak tahu kapan datangnya dan sanggup tidak kah kita melaluinya. Manohara kecil tumbuh menjadi wanita belia yang cantik luar biasa hingga kecantikan putri Bugis – Prancis itu sanggup menggetarkan Sang Pangeran dari kerajaan seberang.
Dengan berbagai cara Sang pangeran berusaha untuk merebut hati Sang Putri nan jelita. Waktu pun berjalan, akhirnya lambat tapi pasti Sang Pangeran mendapat restu dari Sang Bunda untuk bertemu putrinya, dan berawal lah kehidupan putri cantik menjadi pengisi hati sang pangeran.
Mereka saling menyayangi dengan diberkati dengan do’a orang tua dan para sesepuh mereka berdua melangkah kehidupan baru. Menjalankan sunah rosul dengan mengikat ikrar suci di hadapan Allah Ta’alla. Mereka ihklas untuk menikah.
Sebagai pangeran yang kaya raya dan takwa kepada Allah, maka selain bekal dunia Sang Pangeran juga memberikan bekal akhirat untuk sang istri tercinta.
Dengan diajaknya istri tercinta dan bunda mertua tersayang, menjalankan umroh ke tanah suci dengan harapan kehidupan baru ini mendapatkan ridlo dari Allah Ta’alla, sehingga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah diberikan keturunan yang soleh dan sholehah yang kelak bisa meneruskan memimpin kerajaan yang adil dan bijaksana sesuai dengan tauladan kepemimpinan rosul. Amiin.
*****
Wiwik Sulistyowati
Ketika seorang perempuan memutuskan untuk menikah, maka mulai saat itu menjadi kewajibannya untuk mematuhi suami, menjaga harta dan kehormatan diri dan suami. Pertanyaan adalah! Suami yang bagaimana………?
Ketika seorang lelaki telah berketetapan untuk meminang perempuan menjadi istrinya, maka kewajibannya lah untuk memimpin, melindungi, serta membahagia istri. Pertanyaan adalah! Istri yang bagaimana………?
Ketika orang tua telah menyerahkan putra atau putrinya memasuki mahligai rumah tangga, maka mulai saat itu mereka harus mulai membatasi diri untuk tidak terlalu mencampuri urusan rumah tangga anak dan menantunya. Pertanyaannya juga bisa sama, urusan yang mana, menantu yang bagaimana………?
Masalah dalam rumah tangga …………….?
Sudah biasa itu! Justru permasalahan lah yang membawa kita sampai kepada kebahagiaan bersama pasangan. Bukankah kita bisa merasakan manis karena kita juga pernah merasakan pahit?
Barangkali hanya kedewasaan semua pihak yang bisa menjadi solusi. Nyonya Manohara, dewasalah untuk memilah mana yang boleh didengar orang luar, mana yang harus disimpan. Tuan Pangeran, dewasalah untuk memahami apa yang dimaui istri. Ibu Daisy dewasalah dalam menanggapi curhat anak.
Pelajaran berharga yang bisa diambil dari pasangan Manohara dan Pangeran Kerajaan Kelantan adalah ……….. ternyata harta, tahta, kecantikan maupun ketampanan bukanlah jaminan untuk kebahagiaan. Walau tidak bisa dipungkiri itu semua termasuk salah satu modal kebahagiaan, namun masih terdapat berjuta elemen lain.
Manohara kamu cantik sayang!
Pangeran sampeyan kaya Mas!
Masih saling sayang kan………………?
Suka kangen-kangenan kan……………?
Soo……………… modal sudah ada, semoga itu menjadi sarana untuk kebahagiaan anda berdua dunia dan akhirat.













wah, lagi suka gosip nich
banyak hikmah dari berita hangat ini. yang pasti saya bersyukur masih lebih beruntung dalam rumah tangga. kita doakan saja smoga mano bisa segera terlepas dari masalah ini.
Biar miskin harta tapi kaya hati *dangdut mode on. Eh ganti aja lagunya – biar kaya harta asal guanteng kayak nicolas saputra, ikhwan pisan hahaha digabloki wong sak kampung dikon ngoco hehe pada sirik tuh semua.
sing sirik koyoke sampean to teh?
panjang sekalii, Pak… saya baca di rumah ya Pak… hihii…
ya bacalah di rumah.. sebagai PR
kenapa harus manohara?
masih banyak yang menikah dengan yang beda warga negara.
JU-PE, ANGGUN, TERUS PENYANYI ROCK yang noraknya minta ampun tapi suaranya muantab itu pak….
apakah ternyata darah yang menjadi biru mengekang segalanya?
atau hanya sebuah rentetan budaya. kalau ya hanya itu ngga jauh-jauh ke kelantan. di negeri new york karto hadiningrat juga iya kalau ada yang jadi mantu.
Manohara Odelia Pinot? hmmm … demikian mempesonakah perempuan ini? jadi penasaran ingin ketemu, hehe …. rata2 tulisan mereka ttg Manohara Odelia Pinot top banget.
Pak,suruh mereka ngeblig aja
ssSSSSStujuh harta, tahta, jabatan, kecantikan, kecakepan tidak menjamin kebahagiaan…..
bagian Wiwik Sulistyowati aku suka bacanya.. hehe krn ada kata ketika wanita memutuskan untuk menikah
Tulisan yang bagus. Apa masing-masing mereka mempunyai blog? Saya ingin knjung
sayangnya belum ada yang “berani” posting dan bikin blog sendiri
makasih dah mampir