Tergerus-nya dunia per-blog-an (paling tidak untuk sementara) oleh demam facebook hingga mati suri, menimbulkan hipotesa bahwa orang endonesia tidak suka yang rumit-rumit! (Hayyah
bahasanya kok ketinggian banget seh
) seperti yang saya tulis sebelumnya.
Alasannya orang endonesia tidak suka (baca: malas) mentransfer budaya lisan ke budaya tulis… (duhh-duh.. bahasanya
) begitu kira-kira kalo saya bisa mengutip dan memperluas perkataan Mas Fatih yang gencar kampanye nulis diblog.
Pertanyaan berikutnya, benarkah hal itu? Maksudnya orang indonesia suka budaya lisan dari pada budaya tulisan?
sepertinya : iya
Kesederhanaan facebook adalah kekuatan yang bisa menyihir netter endonesia untuk berbondong-bondong migrasi ke fesbuk . Dibandingkan dengan blog, tentu fesbuk lebih sederhana dalam hal penyamaian pesan, dan lebih sederhana pula dalam memberitakan pesan yang kita tulis, cukup tulis di status apa yang anda pikirkan , pencet tombol – maka sudah tersebar di puluhan bahkan ratusan orang yang ada dalam jaringan anda.
Selanjutnya apakah kesederhanaan (baca : hal yang tidak rumit-rumit) yang disenangi orang endonesia itu hanya pada dunia per-blog-an?
Bagi saya nampaknaya tidak!
Sepertinya keserdahaan dan anti kerumitan juga disukai dalam banyak hal, misalnya:
Dalam bidang musik, coba anda lihat, lagu-lagu yang cepat meroket dan digemari masyarakat adalah lagu-lagu yang sederhana – baik dari segi musiknya maupun liriknya.
Sebut saja lagu dari Kuburan – Lupa-lupa Ingat sama lagunya Mbah Surip – Tak Gendong
Dan bahkan dunia pendidikan kita yang seharusnya kental dengan nuansa akademis dan analitis juga suka yang tidak rumit-rumit
Kok bisa begitu?
Lihat saja fenomena Ujian Nasional (Unas) 2009 yang penuh kontroversi- dimana banyak siswa yang gak lulus UNAS hingga harus UNAS ulang – padahal yang unas ulang tersebut adalah siswa-siswa yang berasal dari sekolah-sekolah yang selama ini di kenal ladangnya anak-anak cerdas dan berbakat secara akademis.
Sementara disisi lain ada sekolah-sekolah yang tidak diperhitungkan dan underdog nilai unas siswanya ternyata sangat mengagumkan… dan tidak sedikit yang dapat nilai di atas 9.0 ! padahal setiap harinya jauh dari presatasi itu
Ada Apa?
Yang jelas dan kita tidak usah menutup mata
Bahwa ternyata orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan kita tidak suka yang rumit-rumit.
maka
untuk menciptakan anak-anak dengan nilai yang luar biasa cukup hanya dengan memberikan bocoran jawaban soal UNAS
…. dan SELESAI!
begitukah?
Monggo berpendapat!
IBSN: Benarkah orang endonesia tidak suka yang rumit-rumit?
Juli 7, 2009 oleh hmcahyo













malas nulis..lebih suka copas…
T_T hm… mengingatkan saya pada unas
tapi blog lebih asik daripada fesbuk, asli! saat saya hiatus, yang dikangenin pasti blog, bukan fesbuk
hidup dunia blog!!
hehehe
sy gak ikut-ikut pesbuk lho Pak
padahal depan belakang samping kiri kanan
pada heboh ikutan pesbuk
paling-paling gak lama lah demamnya
cerita tentang gak mau yang susah-susah
saya jadi ingat sebuah kalimat yang saya tulis dengan hurup besar di buku agenda saya minggu lalu
JANGAN DIBIKIN SUSAH
Huuuuwaaakaakakak.. kembalikanlah JATI DIRI manusia.. sebelum terlambat yaaa
Salam Sayang
untuk kebocoran soal itu, jg masalah pendidikan lainnya, sy rasa erat kaitannya dg faktor ekonomi & mentalitas antara 2 oknum yg bersangkutan. termasuk joki jg..
kriterianya tambahin satu lagi > suka yg gratis..
saya tipe susah berbicara. enakan nulis.
tapi kalo soal uang di dunia pendidikan sih udah bukan rahasia.
itu juga mengapa yang membuat saya kurang respek dengan guru jaman sekarang.