Uncategorized


untuk kedua kalinya saya dilibatkan untuk jadi pengawas Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri.. yang sekarang bernama SNMPTN dan kebagaian menjadi cadangan pengawas di SMKN2 Malang.. ya meski pengwas kata koordinator lokasi.. hak dan kewajibannya sama (tahu khan yang dimaksud) - kebetulan yang tidak hadir satu orang pengawas.. tapi temen saya berbaik hati menggantikannya.. akhirnya saya cuman jadi pemain cadangan hingga bel berakhir… alhamdulillah masih ada hari esok :)

****

Pagi sekali saya berangkat dari Lawang .. lumayan 20 Km dai Malang… dan hawanya dingin khas. Bulan Juli-Agustus: kata temen saya ini bulannya Mahasiswa baru- hawanya dingin.. pagi-pagi harus berangkat untuk ospek…

ah jadi ingat ketika 18 tahun yang lalu saya juga bertarung untuk ikut sipenmaru (sistem penerimanaan mahasiswa baru) begitu namanya kalo nggak salah.. apa udah berubah UMPTN ya? ah lupa nggak penting itu…

selama 2 bulan paska EBTANAS (UNAS kalo sekarang) saya belajar tiap hari… tapi yang saya pelajari hanya bahasa inggris thok.. nggak ada yang lain :) soalnya yang laen nggak bisa… dan saya nggak ikut bimbel.. karena nggak mau membebani ortu lebih berat… saya ingat waktu itu ayah saya baru pensiun… sementara saya anaknya yang pertama baru lulus SMA.. ah jadi inget ..ayahanda tercinta.. mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmat dan kasih sayan-NYa dan melapangkan kuburnya…

saya berangkat pagi-pagi sekali…. brrr.. digin…. berlima dengan temen satu kelas yang juga satu kelompok belajar: saya, Irfan, Rosandi, Ida dan Fitri - kalo nggak salah naik mobilnya rosandi… yang lucu semua dari kami pilih jurusan Bahasa: yang saya ingat saya milih Bhs Inggris di IKIP Malang (sekarang UNEM - universitas Negeri Malang), dan UNJEM (universitas Jember)… sedang irfan - teman sebangku dan rival terberat saya - milih UNAIR dan UNJEM….

pas pengumuman: Saya ketrima di UNJEM, Rosandi di IKIP JOGJA bhs Prancis, Ida di IKIP Surabaya Bhs Jerman, dan Fitri di IKIP SUrabaya juga Bhs Jawa… Irfan… yang rengkin 3 di kelas … nggak ketrima… kasian deh…. akhirnya dia masuk D3 Ekonomi Brawijaya…

ah itu 18 tahun yang lalu– saya sudah punya 3 anak sekarang…
Ida yang masih saudara saya sudah nikah… dan terakhir saya denger di Gothe Institut jakarta- dan punya anak satu..

Lainnya nggak tahu..

gimana kabarnya kalian semua?

Biarlah ku rela..
melepasmu.. meninggalkanku..

berikanlah aku…
kesempatan tuk lupakanmu.. (more…)

Saturday, 21 June 2008
GLOUCESTER - Surya-Ada kejadian mencengangkan bagi SMA Gloucester, AS. Tak kurang dari 17 siswa putri hamil dalam waktu bersamaan. Yang mengejutkan, kehamilan itu disengaja. Mereka memang sepakat hamil. Ada yang menganggap berita itu bohong. Namun yang percaya menyalahkan film Juno dan Knock Up karena dianggap memberi pengaruh buruk. Kedua film yang mengisahkan kehamilan di luar perkawinan itu tergolong laris. (more…)

beberapa hari yang lalu saya sudah posting tentang geng yang ada ketika saya masih SMP - sementara itu lanjutan dari cerita bisa anda ikuti dibawah pagraph terakhir.

Ketika menginjak SMA - perkelahian antar geng kampung dan sekolah mulai merebak. acara-acara seperti pentas seni, malam minggu di pasar adalah saat-saat rawan terjadinya konflik. penyebabnya terkadang hanya masalah sepela, ada yang melihat dengan pandangan agak sedikit aneh sudah bisa menjadi sumber perkelahian. selain itu tersenggol sedikit saja juga bisa bikin gara-gara. pokokny tempat yang paling aman adalah di rumah.

(more…)

Sungguh sekarang ini ada cara/metode baru dalam membaca. Kalau anda sebelumnya pernah mendengar istilah Quantum Reading (atau membaca ala quantum) sekarang ini ada Dengkul Reading (membaca pake dengkul) :)

Lha kok bisa?
Bisa aja… hal itu muncul ketika saya membuat sebuah posting berjudul Bubarkan FPI .. Tentusaja, tapi …. Nah gara-gara postingan itu – blog saya masuk BOTD. Sungguh saya nggak ge-er atau bangga sama sekali.. justru jadi prihatin… dalam hati saya Cuma bisa bilang.. wah… memang begini tipikal orang Indonesia.. tidak pernah membaca secara utuh dan merenungkan apa yang ada dalam tulisan langsung tancap gas beri komen. Kalo orang Malang bilang langsung njeplak . (more…)

MALANG - Kenaikan tarif angkutan kota (angkot) sebesar 25 persen tetap tak bisa menolong sopirnya lepas dari kesulitan memenuhi setoran dan mencari penghasilan. Bahkan, periode Januari-Mei 2008 ini, ada 30 persen angkot yang terdaftar di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang tidak beroperasi. Sopirnya pun banyak yang mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Data di dishub menyebutkan, jumlah armada angkot saat ini mencapai 2.159 armada. Jumlah itu melayani 25 rute di seluruh wilayah Kota Malang. Apabila 30 persennya atau sekitar 647 armada yang dikandangkan, maka per harinya angkot yang benar-benar aktif hanya 1.511 armada. Apabila satu angkot punya dua sopir, maka sedikitnya ada 1.296 sopir menganggur.

Rontoknya armada angkot itu tak lepas dari makin menurunnya pengguna angkutan ini. Penurunan jumlah penumpang bisa dilihat dari beberapa indikator. Antara lain turunnya penghasilan sopir, melorotnya setoran yang disetor ke pemilik, anjloknya harga jual angkot, dan makin meningkatnya jumlah motor.

Nurkholik, sekretaris Paguyuban Angkot Jalur ABG (Arjosari-Borobudur-Gadang), mengakui kondisi itu. Dalam catatannya, pendapatan sopir per harinya saat ini sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Di hari-hari lain, bisa melorot di bawah angka itu. Kondisi itu tidak berubah meski tarif sudah dinaikkan di angka Rp 2.500 (umum) dan Rp 1.800 (pelajar) sekali jalan. ”Kalau pas tidak ada penumpang, nyopir ya hanya untuk cari makan saja. Tidak ada sisa,” ungkap Nurkholik yang dihubungi via telepon sore kemarin. (more…)

Bagaimana Cara Mendapatkan Tempat Magang?

Setelah kalian baca keterangan di atas tentang magang, mungkin kalian sudah tidak sabar untuk mencobanya. Tetapi permasalahannya adalah bagaimana cara agar bisa diterima magang di sebuah perusahaan? Bukankah untuk mencari tempat magang juga susah?

Baiklah, saya akan bantu pertanyaan tersebut. Meski menurut saya untuk bisa magang di suatu tempat bisa dikatakan gampang-gampang susah. Dikatakan gampang, buktinya hampir tiap tahun ribuan bahkan jutaan anak SMK dan juga yang sedang kuliah bisa melakukan pratik kerja dan magang di ribuan tempat, baik sektor formal seperti kantor dan perusahan dan sektor informal seperti usaha kecil dan menengah hingga toko-toko dan bengkel-bengkel yang bisa kita temui di hampi semua tempat.

Dikatakan sulit, jika memang kalian tidak tahu caranya. Saya yakin bagi kalian yang lulusan SMK hal itu bukan masalah, tetapi bagi yang lulusan sekolah umum seperti SMA atau Madrasah akan jadi kendala tersendiri. Untuk itu ada beberapa cara berikut yang bisa kalian coba. (more…)

* Lebih Ganas dari SMS Santet

Situbondo – Surya, Setelah Kabupaten Sumenep geger SMS santet, kini warga Jatim mendapat teror telepon setan. Bahkan di Situbondo, telepon setan tersebut telah memakan korban seorang ibu beserta anaknya.

Haryono, 23, warga Dusun Curah Malang, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Situbondo, mendadak pingsan kemudian muntah-muntah setelah menerima telepon melalui handphone (HP)-nya dari nomor 0866xxx pada Rabu (14/5) malam sekitar pukul 23.00 WIB. (more…)

Hari itu (01/05/200 8) sahabat saya dari bangil datang ke rumah dan dia bercerita banyak hal. Salah satu yang membuat saya tertarik adalah jawaban dia ketika ditanya oleh teman-temannya mengapa dia berusaha begitu keras membuangun bisnisnya yang baru setelah hampir dua tahun mengalami kebangkrutan hingga 200-an juta dan menanggung hutang sampai 50-an juta. Saudara-saudaranya sudah tidak ada yang percaya lagi sama dia, karena hutang-hutangnya belum dia bayar. Mertuanya marah-marah ketika dia akan memulai lagi usaha baru. (more…)

Friday, 09 May 2008
Malang-Surya-Raibnya Izzatun Ni’mah, siswa kelas 10D MAN I Malang, membuat kaget pihak sekolah. Meski belum mendapat laporan resmi dari orangtua Izzah, panggilan akrab Izzatun, pihak sekolah berusaha menelurusi jejak keberadaan korban melalui penggalian informasi dari seluruh teman dekat Izzah. “Saat ini kami sedang menunggu kabar terakhir dari wali kelas 10 D, Dra Hanik Nufa, yang kami tugasi menggali informasi dari sejumlah sahabat, bahkan orangtua Izzah,” ungkap Drs H Zainal Mahmudi MAg, Kepala MAN 1 Malang, ketika ditemui Surya di ruang kerjanya, Kamis (8/5).

Menurut Zainal, pihak sekolah tak dapat memprediksikan apa yang terjadi terhadap Izzah sebelum menghilang. Sebab, sejak Senin (5/5) hingga Sabtu (10/5) semua siswa kelas 10 dan 11 di MAN 1 Malang diliburkan agar tidak mengganggu konsentrasi siswa kelas 13 yang mengikuti ujian akhir sekolah.

Apalagi, sosok Izzah di mata guru dan beberapa siswa tidak terlalu menonjol. Hampir setahun sekolah di MAN I, pihak sekolah tak menemukan satupun catatan kenakalan maupun keterlambatan yang dilakukan Izzah. Dalam bidang akademik, Izzah juga berada di garis tengah. Dia tak terlalu menonjol dan tidak terlalu di bawah. “Ini membuat kami hanya memiliki data yang minim tentang Izzah,” jelas Zainal.

Harapan Zainal Izzah bisa ditemukan sebelum masa liburan yang ditentukan sekolah selesai. Beberapa kemungkinan mulai ditelurusi sekolah mulai dari kedekatan Izzah dengan teman pria hingga permasalahan keluarga yang dihadapi Izzah di rumah.

“Dari analisa kami Izzah anak yang sholeh dan selama di sekolah tak pernah terlihat dekat dengan siswa lain. Tapi jika pergaulannya diluar kami tidak tahu,” ungkapnya.
Ditambahkan Zainal, melihat dari berbagai aktivitas keseharian Izzah, upaya melarikan diri dari rumah tampaknya kecil. Apalagi di lingkungannya, Izzah merupakan seorang ustadzah di mushalla dekat rumahnya.
Diberitakan sebelumnya, Dalam sehari Selasa (6/5), kepolisian di jajaran Polresta Malang menerima laporan dua gadis hilang. Kedua gadis hilang yang berusia 17 tahun itu semuanya asal Kota Malang yaitu Dewi Kartika Sari, warga Jl Bendungan Sutami No 2 dan Izzatun Ni’mah, warga Jl Raya Tlogomas No 08.

Sumber : Surya

comment saya: Asyik kalo bisa begitu :)

Tuesday, 06 May 2008
Cak Sur males nggawa mobil nang kantor. Macet nggarai endhas ngelu. Enak numpak angkot. Masi rodok uyel-uyelan tapi lumayan. Lek isuk penumpange wangi kabeh.
Cak Sur duwe cara cik isok gratis. Omahe nang Klethek, Sidoarjo. Ongkos angkot sampek halte Polda Rp 2.000. Wis seminggu Cak Sur budhal mruput. Jam 05.30 wis numpak angkot biru. Bareng ditagih kernet, Cak Sur ngulungno dhuwik Rp 100.000.
“Wah, gak onok susuke, Cak. Dhuwik cilik ae,” jare Pendik, kernete.
“Ijolno dhisik,” jare Cak Sur. (more…)

Beri Pendekatan Baru atas Terorisme
ALANGKAH rindunya bangsa ini untuk kembali diperhitungkan dunia. Diplomasi buruk, politik luar negeri yang sarat kecaman, hingga frustrasi minimnya prestasi olahraga, membuat Indonesia seperti berada di titik nol dalam pergaulan dunia.

Tapi, di penghabisan April ini, seorang anak bangsa masuk daftar para ilmuwan, pemikir, dan aktivis paling berpengaruh seantero jagat. Nama Anies Baswedan secara mengejutkan terpacak di antara 100 intelektual dunia versi majalah Foreign Policy (FP), Amerika. Dia sejajar dengan sejumlah sosok fenomenal, seperti Yusuf Al Qardhawi, Samuel Huntington, Fukuyama, M. Yunus, dan Lee Kuan Yew.

Sejumlah kalangan terkejut atas berita yang dilansir dalam situs internet www.foreignpolicy.com 22 April 2008 tersebut. Rektor sebuah universitas swasta di Jakarta berusia 39 tahun itu dikualifikasikan sebagai pemikir berpengaruh di dunia.

Ditemui di kediamannya Jumat (25/4), Anies pun tak menyangka namanya berada di daftar bergengsi itu. “Teman saya di Amerika yang kasih tahu kali pertama. Kebetulan dia pembaca setia Foreign Policy,” katanya terus terang kepada Candra Kurnia Harinanto dari Jawa Pos.

Rektor Universitas Paramadina, yang dirintis Nurcholish Madjid, itu merasa tak pernah punya hubungan dengan majalah yang memuat namanya tersebut. Tak pernah diwawancara dan, bahkan, tak satu artikel pun yang dia tulis pernah dimuat di majalah FP.

Majalah FP, menurut Wikipedia, adalah majalah dua bulanan Amerika. Majalah top itu didirikan pada 1970 oleh Samuel P. Huntington dan Warren Demian Manshel. Penerbitnya juga lembaga terkenal di Washington D.C, yakni Carnegie Endowment for International Peace. Topik yang diulas di majalah itu termasuk politik global, ekonomi, integrasi, dan ide-ide. Pada awal 2006, majalah itu melebarkan sayap, membuat sebuah blog, Foreign Policy Passport. Setiap tahun majalah tersebut ditunggu karena memublikasikan Indeks Global, Negara Gagal, serta laporan khusus Ide-Ide Paling Berbahaya di Dunia.

Di antara beberapa kualifikasi yang menjadi dasar pemilihan tokoh-tokoh dunia itu, alumnus Universitas Gadjah Mada tersebut tak merasa memenuhinya. “Satu-satunya kualifikasi yang cocok cuma mudanya saja,” katanya merendah. Intelektual kelahiran Kuningan, 7 Mei 1969, tersebut mengira, surveyor majalah FP memilih namanya secara random dari tokoh-tokoh menonjol di Asia Pasifik. “Kebetulan saya orang muda,” katanya, lagi-lagi merendah.

Karena tak mengerti dasar pemilihan dirinya sebagai salah seorang tokoh dunia, ayah dua putra dan satu putri itu hanya bisa meraba mengapa namanya dinilai layak disejajarkan dengan pemikir hebat. Sekitar 2002-2003, Anies pernah menulis sebuah paper berjudul Paradigm Entrapment in Analyzing Terrorism atau jebakan paradigma dalam analisis terorisme. “Tapi, paper itu juga tidak ada yang mau memuat,” lanjut peneliti utama Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu.

Meski tak dipublikasikan, paper berisi kerangka kerja menganalisis terorisme tersebut mendapatkan sambutan baik dari kalangan akademisi di Negeri Paman Sam. “Mungkin, saya adalah salah satu di antara sedikit orang Indonesia yang sering diundang di Chicago, Washington, tentang situasi terakhir di Indonesia dan bagaimana kita membaca perkembangan terakhir,” ingatnya.

Dalam analisis jebakan paradigma, Anies menawarkan konsep baru dalam menganalisis terorisme. Yakni, pendekatan rasional. Selama ini masyarakat selalu menganalisis terorisme hanya dengan menggunakan pendekatan kultural.

Tentang dua pendekatan itu, dia menjelaskan, penggunaan pendekatan kultural dalam menganalisis terorisme memaksa umat Islam selalu mencari pembelaan atas agamanya. “Setiap ada pelaku bom pasti yang diungkit agamanya apa, ideologinya, latar belakang pendidikannya apa. Akibatnya, para pemuka agama Islam sibuk mencari pembelaan dengan menyatakan, Islam adalah agama damai, santun, untuk meng-counter opini masyarakat yang menyerang background kulturalnya,” tandasnya. Pendekatan seperti itu juga sering digunakan ilmuwan muslim di Indonesia dan mayoritas negara di dunia.

Pendekatan rasional ialah melihat terorisme dari latar belakang kepentingan sang pelaku. Pelaku teror juga memperhitungkan efek perbuatannya pada masa depan. “Jadi pelaku bom, misalnya, akan berpikir apa yang saya dapat dengan melakukan teror seperti itu,” paparnya. Pendekatan itu lebih mampu mengungkap akar masalah dan penyebab utama terorisme terjadi.

Pendekatan rasional telah menemukan fakta empirisnya. Anies menyebut sebuah wilayah yang paling intensif terjadi bom bunuh diri adalah Lebanon. Dari data, pelaku bom bunuh diri di negara tersebut 70 persen non-muslim. Sementara pelaku muslim hanya sekitar 12 persen.

Inventor rompi bom dan pemegang rekor dunia bom bunuh diri adalah Macan Tamil, bukan Palestina. Menggunakan pendekatan kultural itu mengecohkan, karena peradaban Islam telah hidup selama15 abad, tapi baru beberapa dekade terakhir ini muncul tindak kekerasan teror. Jadi adalah salah total jika Islam lalu dianggap sebagai sumber terorisme.

“Wong berabad-abad tanpa terorisme kok sekarang tahu-tahu dituding teroris. Jadi pendekatan kultural tidak bisa menjelaskan why, when, and how muncul terorisme” jelas doktor dari Northern Illinois University itu. Sama halnya dengan ekstremisme yang sudah hidup sejak ratusan tahun lalu dan tidak hanya ada di dalam Islam.

Dalam kajian pendekatan rasional, fokus analisis tak hanya pada pelaku, tapi juga pada objek terorisme. Sebab, menurut mantan ketua umum Senat Mahasiswa UGM itu, peristiwa teror merupakan hasil interaksi intensif antara pelaku dan objek teror.

Interaksi itu biasanya berbentuk penindasan satu pihak kepada kelompok yang lain. Hingga akhirnya terjadi perlawanan. “Karena itu, pendekatan rasional nggak laku di Amerika. Keburukan Amerika bisa terbongkar,” katanya. Dia berharap, penggunaan pendekatan rasional bisa meluruskan semua.

Dalam daftar 100 intelektual dunia tersebut, terdapat sejumlah tokoh yang menjadi referensi sekaligus ingin dikritik Anies. Yusuf Al Qardhawi (tokoh Ikhwanul Muslimin) dan Noam Chomsky (linguis kritis AS dari MIT) adalah dua pemikir idolanya. Keduanya sama-sama anti-Amerika. “Saya baca terus tulisan dua orang itu,” tandasnya.

Tapi, saat Anies ditanya, jika ada kesempatan bertemu dengan 100 orang yang ada dalam daftar intelektual dunia itu, dia menjawab ingin mengkritik pemikiran Fukuyama dan Samuel Huntington. Sebab, Fukuyama pernah memprediksi bahwa pasca-Perang Dunia II, Amerika akan menguasai perdaban dunia. “Dia bilang peradaban akan berakhir dan Amerika akan menjadi raja. Padahal, sekarang semua mata melihat kebangkitan Tiongkok dan India menjadi kekuatan ekonomi politik baru di dunia. Dan, rupanya, akan terus berkembang pesat,” kritiknya.

Rencananya, majalah FP me-ranking 100 nama tokoh dunia tersebut melalui voting yang dilakukan masyarakat. Hasil polling akan diterbitkan dalam majalah tersebut edisi Juli-Agustus 2008. (cak/roy)
http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=338619

Beberapa saat yang lalu di sekolah kami kedatangan Tim Adipura yang hendak menilai sekolah-sekolah yang ditunjuk Depdiknas untuk mewakili kota Malang dalam rangka lomba Kebersihan (Adipura).

Tim penilai ini biasanya datang dengan tiba-tiba dan biasanya mereka menggunakan pakaian biasa yang tidak mencolok – seperti tamu yang datang ke kantor pada umumnya. Yang membedakan adalah mereka biasanya membawa kamera dan menuju tempat-tempay yang tidak biasa dikunjungi tamu yaitu: Bagian belakang sekolah, tempat pembuangan sampah dan TOILET!

(more…)

Beberapa hari yang lalu ketika berangkat kantor sama istri naik motor, sesampai di Singosari saya harus mengerem mendadak motor yang saya kendarai karena ada tukang becak yang mengayuh becaknya di tengah yang sempat membuat saya bingung. Mulanya di melambaikan tangan kanannya, segera saya mengambil sisi sebelah kiri, tetapi begitu motor saya sampai di kiri, tiba-tiba sang tukang becak mengarahkan becaknya ke arah kiri pula.

Sontak saja saya mengerem dengan mendadak, yang membuat saya dan istri mengomel panjang pendek. Kalau orang lain mungkin sudah menyumpah serapahi sang tukang becak – dan kalo saya sopir angkot, mungkin sudah mengeluarkan seluruh kebun binatang dari mulut saya.

(more…)

[My grateful ]

by

Suara Persaudaraan Family

Terima kasihku, untuk ayah dan ibu
[my grateful, for mom and dad]

Kau slalu menemaniku, di masa kecilku
[you always accompany me in my childhood]

hingga kini ku akan beranjak remaja
[till now I’ll grow be teen]

akan ku kenang, dalam hidupku
[I’ll remember, the whole my life]

tiada kulupakan sepanjang hayatku
[I’ll never forget along my life]

hingga nanti di saat aku dewasa
[till I’m grow and mature] (more…)

Next Page »